Long before children really have to do laundry, it's even better if they learn it young at home. Parents should show and practice it while take it as a fun. These are few steps how to help them develop their skill earlier.. Start young. Kids often notice what their parents do and will ask some questions. When they ask while you do your laundry, explain each step and why you do the things you do. Create a child-friendly washing area . See "Things You'll Need", below. Organize your laundry products where the child can reach and use them, but where they are still up and away from any younger children. Teach them how to sort dirty laundry . Have the child help sort out whites, darks, colors, bedding, towels, etc. As you do so, explain that different colors and types of laundry are separated and washed in different water temperatures or require additional products to help clean them the best way. You will likely have to repeat these instructions many...
Di suatu pagi di akhir Maret, matahari sedang membagi senyum indahnya nan hangat. Bias-biasnya menyelusup di sela-sela tirai kelas bagian depan. Anak-anak yang biasa duduk di dekat situ biasanya sedikit bergeser berlindung di balik tirai. Saat itu mereka sedang belajar menirukan beberapa kosakata dalam bahasa Inggris. sambil menunjukkan gambarnya. Sebagian tampak antuasias sampai menirukan beberapa kali. hingga bibir mungilnya manyun. Ada yang mengusili teman sebangkunya hingga terjadi pertengkaran kecil. Dan Bu Guru dengan penuh kesabaran datang melerai. Jika sudah demikian maka pelajaran terhenti sementara. Lamat-lamat dari kejauhan terdengar suara sekelompok orang melantunkan kalimat Tahlil . Tak la ma iring-iringan jenasah tampak melintas di depan gedung TK kami yang memang terletak di pinggir jalan raya. Tanpa diduga, tiba-tiba anak-anak berdiri dan berteriak-teriak, "Ada orang mati!! Orang mati!!" Ibu Guru segera meredakan kegaduhan i...
Mungkin kita pernah menemui seorang anak yang berguling-guling, memukul-mukul sambil menangis dan berteriak-teriak karena keinginannya tidak dituruti oleh orang tuanya. Begitulah keadaan seorang anak yang disebut temper tantrum. Lebih jelasnya temper tantrum adalah suatu keadaan di mana luapan emosi anak begitu meledak-ledak dan tidak terkontrol. Keadaan emosi seperti ini biasanya muncul pada anak usia 15 bulan hingga 4 tahun. Perilaku ini biasanya membuat sebagian besar orang tua sangat jengkel apalagi bila sampai buang air kecil di celana atau pun muntah. Mengapa kondisi emosi seperti itu dialami para anak? Ini karena anak-anak belum dapat mengontrol emosi mereka dan belum dapat mengungkapkan amarahnya dengan cara yang tepat.. Normalnya temper tantrum terjadi selama 30 detik sampai 2 menit saja. Jika lebih lama dari itu dan sampai membahayakan dirinya sendiri atau orang lain maka ini dianggap sebagai hal yang serius. Hal-hal Apa Saja Pemicunya? Rasa f...